Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Alkitab (Injil). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkitab (Injil). Tampilkan semua postingan

Yesus Tidak Pernah Naik Ke Sorga

Pengikut ajaran Paulus meyakini bahwa Yesus telah naik ke sorga sebagai misi 'final' Yesus turun ke bumi. Kalau kita membaca dengan teliti dan seksama kisah kenaikan Yesus di dalam Bible, pasti kita akan dihadapkan pada suatu ketidak-pastian tentang benarkah Yesus telah naik ke sorga? 

Artinya bahwa kenaikan Yesus ke sorga terancam akan dibatalkan oleh Bible karena tidak akuratnya informasi yang diberikan Bible mengenai hal ini. Padahal Umat Kristen sangat menyandarkan keimanan mereka terhadap kenaikan Yesus ke sorga setelah peristiwa penyalibannya.

Kebenaran cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga masih fifty-fifty
Banyak umat Kristen tidak mengetahui, atau tidak mau mengetahui, atau pura-pura tidak mengetahui, bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sementara dua Injil Kanonik lainnya tidak sedikitpun menyinggung peristiwa tersebut. Injil Kanonik yang mencatat adalah Injil Markus dan Lukas, sedangkan Injil Matius dan Yohanes sama sekali diam seribu bahasa!

Inilah ayat Injil Kanonik yang mencatatnya.

Lukas 24:51-52
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Markus 16:19-20
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Sedangkan 2 Injil Kanonik lainnya memilih "tutup mulut" atas peristiwa maha penting dalam tatanan iman umat Kristen ini.

Tapi, coba kita lihat yang berikut ini.

Matius 28:19-20
[19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 21:23-25
[23] Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
[24] Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
[25] Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Ayat-ayat di atas adalah petikan ayat terakhir dari empat Injil Kanonik. Perhatikan, dua Injil Kanonik, yaitu Matius dan Yohanes, tidak memberikan gambaran sedikitpun mengenai kenaikan Yesus ke sorga. Karenanya, hal yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin peristiwa kenaikan Yesus bisa luput dari 2 injil Kanonik ini? Jika Yesus memang naik ke sorga dan disakssikan oleh banyak orang, maka selain tercatat dalam 4 inji kanonik, sepatutnya peristiwa ini juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Tapi faktanya, jangankan para penulis sejarah independen, penulis injil yang konon katanya adalah kitab suci umat Kristen sendiri masih belum yakin, bahkan menyajikan berita yang simpang siur mengenai peritiwa ini.

Sampai di sini, tentu saja peristiwa kenaikan Yesus ke sorga patut dipertanyakan kebenarannya. Kenapa hanya Markus dan Lukas saja yang mencatatnya? Kenapa Matius dan Yohanes tidak mencatatnya? Tidakkah secara logik saja kita pun lantas dapat memposisikan keempat injil kanonik ini menjadi 2 lawan 2 dalam menyikapi cerita tentang kenaikan Yesus, atau dengan kata lain, menurut injil-injil kanonik sendiri berita tentang kenaikan Yesus ke sorga itu sebetulnya masih fifty-fifty?!

Kontradiksi Riwayat Bible Mengenai Kenaikan Yesus
Setelah mengetahui bahwa kenaikan Yesus hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sekarang coba mari kita cermati juga sampai di mana keakuratan informasi dari dua Injil Kanonik tsb. Nampaknya kedua injil ini saling berbeda pandang mengenai kisah kenaikan Yesus.

Markus 16:14-20
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Lukas 24:41-53
[41] Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
[43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
[44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
[45] Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
[46] Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
[47] dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
[48] Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
[49] Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
[50] Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dari dua kronologis ayat mengenai kisah seputar sebelum kenaikan Yesus di atas, dapat dilihat perbedaan yang sangat mencolok, atau setidaknya tampak jelas tidak ada persamaan antara mereka dalam mengisahkan peristiwa sebelum "kenaikan" Yesus.

PERTAMA, dalam Markus. Setelah Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya dan meyakinkan mereka, hal yang terucap dari mulut Yesus pertama kali adalah perintah memberitakan Injil kepada seluruh makhluk serta perintah pembabtisan, sedang perintah ini sama sekali tidak dicatat Lukas, justru yang dikatakan Yesus dalam Lukas setelah murid-muridnya yakin adalah mengenai nubuatan tentang mesias. Benar-benar tidak konek!

KEDUA, masih dalam Markus. Yesus juga menceritakan tanda-tanda mengenai orang yang percaya padanya. Lagi, dalam Lukas perkataan ini tidak tercatat sama sekali.

KETIGA, dalam Lukas. Dikisahkan bahwa Yesus membawa muridnya ke luar kota sampai dekat Betania sebelum akhirnya terangkat ke sorga, sedang dalam Markus tidak dikatakan mereka dibawa ke dekat Betania. Justru dalam Markus, setelah Yesus berbicara dengan muridnya, ia langsung terangkat ke sorga dan secara spesifik tidak diceritakan lokasi di mana peristiwa tsb terjadi.

Dalam menghadapi kronologis yang sangat berbeda pandangan atau kontradiktif ini, pastinya hanya dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, salah satu dari Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang benar dan yang lain salah. Jika Injil Markus yang benar, berarti Injil Lukas yang salah, begitu juga sebaliknya, jika Injil Lukas yang benar, berarti Injil Lukas salah. Atau, ini juga tidak boleh diabaikan, bahwa kedua Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang salah dan bukan bagian dari riwayat kehidupan Yesus yang sebenarnya!

Bahkan mengenai riwayat Lukas, dia pun kontradiktif dengan perkataannya sendiri dalam surat Kisah Para Rasul. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus empat puluh hari bersama murid-muridnya setelah penyaliban sebelum akhirnya naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Sedang diketahui dalam Injil Lukas yang dicatat oleh oknum yang sama, Lukas tidak memberikan keterangan tersebut dan dilihat dari kronologis kisah, secara spesifik mengatakan bahwa kenaikan Yesus terjadi pada hari dia dibangkitkan dari kubur setelah berbicara kepada murid-muridnya hari itu juga.

Sampai disini telah ditemukan bahwa kronologis Injil Kanonik yang mencatat kenaikan Yesus kontradiktif dan berbeda pandangan antara Markus dan Lukas, sehingga riwayat salah satu Injil Kanonik tersebut harus ditolak. Sehingga kisah kenaikan Yesus makin meragukan.

Kepalsuan Ayat Mengenai Kenaikan Yesus
Disini kita akan membahas masalah kepalsuan ayat Bible mengenai kenaikan Yesus, tepatnya kisah dalam Injil Markus. Ternyata, ayat dalam Markus 16 dimana menceritakan mengenai kisah kenaikan Yesus adalah ayat palsu, penemuan ini berdasarkan Codex Sinaticus, yang merupakan salah satu manuskrip kuno naskah Bible tertua dan terbaik yang ditemukan dalam bahasa Yunani.

Dalam Codex Sinaiticus, Mark Chapter 16 hanya sampai pada ayat 8, sedangkan 12 ayat selanjutnya yang ditemui pada Terjemahan Baru LAI sama sekali tidak terdapat dalam manuskrip kuno tertua Codex Sinaiticus. Dapat di cek dengan mata kepala sendiri di sini:

Codex Sinaiticus menunjukkan bahwa Markus 16 hanya sampai pada ayat 8:

Transcription:
  1. του μνημειου ┬ ┬ ϲκθ ϛ η δε μαρια η μαγδα ληνη και μαρια η ┬ ϲλ η ϊακωβου · και ϲαλω μη ηγοραϲαν αρω ματα ϊνα ελθου> ϲαι αλιψωϲιν αυ τον
  2. και λιαν πρωϊ · τη μια των ϲαββατω ερχονται επι το > μνημα ανατιλα τοϲ του ηλιου ˙
  3. ϲλα α και ελεγον προϲ > εαυταϲ τιϲ αποκυ λιϲει ημιν τον > λιθον εκ τηϲ θυ> ραϲ του μνημει
  4. ου ˙ και αναβλεψα ϲαι θεωρουϲιν α νακεκυλιϲμενο τον λιθον · ην γαρ μεγαϲ ϲφοδρα
  5. και ειϲελθουϲαι ειϲ το μνημειον · ει> δον νεανιϲκον καθημενον εν τοιϲ δεξιοιϲ περι βεβλημενον ϲτο λην λευκην · και εξεθαμβηθη>> ϲαν ˙
  6. ϲλβ β ο δε λεγει αυταιϲ μη εκθαμβειϲθε · ϊηϲουν ζητει> τε ┬ τον εϲταυ> ρωμενον ηγερ θη ουκ εϲτιν > ωδε ιδε ο τοποϲ οπου εθηκαν > αυτον
  7. αλλα υπαγετε ει πατε τοιϲ μα θηταιϲ αυτου και τω πετρω · οτι προαγει ϋ> μαϲ ειϲ την γα λειλαιαν · εκει > αυτον οψεϲθε καθωϲ ειπεν > ϋμιν ·
  8. ϲλγ β και εξελθουϲαι εφυγον απο > > του μνημειου · ειχεν γαρ αυταϲ τρομοϲ και εκ> ϲταϲιϲ · και ου> δενι ουδεν ει> πον εφοβουν το γαρʼ ⌇﹏ ευαγʼγε λιον κατα μαρκον
Translation:
  1. And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome, had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
  2. And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
  3. And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?
  4. And when they looked, they saw that the stone was rolled away: for it was very great.
  5. And entering into the sepulchre, they saw a young man sitting on the right side, clothed in a long white garment; and they were affrighted.
  6. And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
  7. But go your way, tell his disciples and Peter that he goeth before you into Galilee: there shall ye see him, as he said unto you.
  8. And they went out quickly, and fled from the sepulchre; for they trembled and were amazed: neither said they any thing to any man; for they were afraid.
Terjemahan:
  1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
  2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
  3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
  4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
  5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
  6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
  7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
  8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.

Dari sini jelas terlihat bahwa ayat-ayat setelah Markus 16:8 merupakan ayat palsu atau ayat-ayat yang disisipkan kemudian oleh para bapa gereja, yaitu:


[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Darimana datangnya dua belas ayat terakhir dalam Markus 16? Mengapa dalam Terjemahan Baru muncul sedang dalam Codex Sinaiticus, naskah tertua yang ditemukan tidak terdapat sama sekali? Ini menunjukkan bahwa ayat kenaikan Yesus ke sorga hanya sisipan Gereja! 

Kepalsuan ini juga dibenarkan oleh R.P Roguet dalam bukunya "Initiation a I'Evangile" {Pembimbing Kepada Injil} bahwa Markus 16:9-20 memuat hikayat yang tidak otentik.

Sampai disini telah ditemukan bahwa ternyata apa yang menjadi dasar Umat Kristen dalam meyakini kenaikan Yesus hanyalah kepalsuan yang dibuat Gereja dan merupakan bualan Paulus saja.

Dari telaah kritis ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
  1. Kenaikan Yesus ke sorga tidak di catat oleh tiga Injil Kanonik dan penyandaran keimanan Umat Kristen terhadap kenaikan Yesus didasarkan pada keterangan yang sangat lemah. 
  2. Kenaikan Yesus secara spesifik hanya dicatat oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, walaupun riwayat yang dia ceritakan berbeda. Tetapi, siapakah Lukas? Lukas bukanlah murid Yesus dan tidak pernah berhubungan dengan Yesus sedikitpun, apalagi menjadi saksi kehidupannya. 
Lukas adalah seorang dokter yang kemudian menjadi pengikut Paulus yang setia (2Timotius 4:11). Bahkan dalam keterangan Bible yang dibubuhkan oleh Gereja sendiri, dikatakan Lukas satu-satunya orang bukan Yahudi melainkan orang Yunani yang tulisannya masuk dalam Bible. Ini menunjukkan bahwa apa yang dituangkan Lukas berdasarkan arahan Paulus semata, dimana dalam surat-suratnya Paulus banyak memperkenalkan bahwa Yesus disalib, dibangkitkan, dan naik ke sorga.

Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel di Yerussalem (Jilid II Hal. 451) mengkritik data-data kenaikan (ascention) dengan mengatakan "Sesungguhnya tidak ada kenaikan dalam arti kata fisik.".

Bukti-bukti ini semua telah menjelaskan bahwa kenaikan Yesus ke sorga sesungguhnya tidak pernah terjadi. Cerita ini tidak didukung oleh keterangan yang akurat dalam Bible sendiri. Dengan demikian, umat Kristen perlu meninjau kembali keimanannya tentang kenaikan Yesus ke sorga ini. Mereka perlu berpikir kembali sebelum merayakan hari Kenaikan Yesus setiap tahunnya, apakah memang patut dirayakan atau seharusnya dihentikan berhubung masih dalam pertanyaan karena tidak didasari keterangan valid dalam Bible. Terlebih lagi karena Bible lebih cenderung pada cerita fiktif tentang kenaikan Yesus ketimbang menonjolkan kebenaran kisahnya.

Semoga bermanfaat!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

[Sumber: Islam Menjawab]



Darimana Datangnya Gagasan Bahwa Yesus Adalah Anak Tuhan?


Gagasan itu berasal dari kepercayaan kaum pagan, atau para  penyembah berhala, bahwa Tuhan beranak pinak di bumi. 

Di berbagai wilayah dan kota-kota besar dalam wilayah dominasi kerajaan Romawi di luar Palestina, orang-orang menyembah “Tuhan beserta keluarganya”, 

Mulai dari Tuhan tiga sampai ratusan. Mereka menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain di samping Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknum lain (Anak Allah) yang namanya Yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain yang namanya Roh Kudus dlsb.

Siapa pencetus ide Anak Allah?
Ide Anak Tuhan merupakan hal yang lumrah di masyarakat Yahudi. Mereka menganggap bahwa bangsa Israel adalah “Anak-anak Tuhan”. Bagi mereka istilah “Anak Tuhan” bukan untuk individu. “Anak-anak Tuhan” dalam pengertian individu merupakan paham penyembah berhala yang menganggap bahwa Tuhan beranak di dunia. (Tillich 1968)

Paulus yang menganggap Yesus lahir melalui intervensi Roh Kudus, memperkenalkannya kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi sebagai “Anak Tuhan (Allah)”.

[Lukas 1:35] “Jawab malaikat itu kepadanya: `Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” 

[Kisah Para Rasul 9:20] “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah” 

Pekerjaan Paulus yang mulai merusak ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus ini dikutuk oleh Allah dalam surah Maryam:88-92:

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munqkar. Hampir-hampir lagit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yanq Pemurah mempunyai anak” (QS. Maryam:88-92)

Apa arti Anak Tunggal Allah?
Umat Kristen dengan bangga menjelaskan bahwa Yesus diperanakkan bukan dicipta. Menurut mereka, semua mahluk dicipta oleh Tuhan, demikian pula Nabi Adam. Tetapi Yesus lahir dari intervensi Roh Kudus yang datang menaungi perawan Maria sehingga hamil. Dari berbagai legenda, Tuhan menghamili seorang perempuan hanya sekali, sehingga disetiap zaman hanya ada seorang Anak Tuhan (anak tunggal).

[Lukas 1:35]. “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” 

Apakah anak Allah setara dengan Allah?
Dalam filsafat Yunani, kedudukan Anak Tuhan dan dewa-dewa lainnya lebih rendah dari Tuhan. Sesuai ajaran filsafat Yunani, ketika Tuhan yang suci tidak dapat berhubungan dan menyelamatkan dunia serta manusia yang berdosa, dia mengirim anaknya atau dewa lain untuk mengatasi persoalan di dunia. 

Tapi rupanya Paulus dan para kroninya yang dari generasi ke generasi menjadi petinggi Gereja ingin "menaikkan" kedudukan Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) setara dengan Bapa atau Tuhan itu sendiri. Dan ini, tentu saja, menghadapi berbagai kendala, sebab manalah mungkin hal itu dapat diterima oleh akal manusia waras?

Kenapa?

Pertama, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, sehingga secara otomatis Bapa memiliki kekuasaan untuk memerintah Anak, sedangkan Anak tiadak punya kuasa untuk memerintah Bapa.

Kedua, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, maka jelas ada suatu saat dimana Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Jika kedua-duanya sama-sama ada, tentu tidak ada Bapa dan Anak, bukan?

[Kisah Para Rasul 13:33] “….AnakKu Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini”. 

Ayat di atas memperlihatkan bahwa kemarin Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. 

Ketiga, karena para pemimpin Gereja mengatakan bahwa Bapa 100% Tuhan, sedangkan Anak (Yesus) adalah 100% Tuhan dan sekaligus 100% manusia, maka tentu saja keduanya tidak sama, apalagi setara.

Jadi, keyakinan umat kristen yang mengira Yesus adalah tuhan karena ucapannya "aku dan bapa adalah satu", jelas tidak dapat diterima!

Jelas ya?

[Belajar dari catatan mbak Yusni | Di Bawah Panji Panji Islam]


Benarkah Yesus Pernah MATI Tersalib?

Coba kita kutip teks-teks Al-Qur'an yang menyatakan bahwa secara umum murid-murid nabi Isa as -Hawariyyin- adalah orang-orang yang beriman, taat dan setia kepada nabi Isa as, dan dari sebuah Hadits yang kita kutip menunjukkan bahwa orang yang kemudian ditangkap dan disalib adalah salah seorang murid nabi Isa as yang dengan kerelaannya bersedia untuk diserupakan dengan nabi Isa as, sehingga dari al-Quran dan al-Hadits kita memperoleh kesimpulan bahwa orang yang dibunuh dan disalib bukanlah nabi Isa as dan bukan pula seorang pengkhianat.

Dan dari penelusuran teks-teks Bible sendiri, yaitu sebuah kitab yang diimani oleh umat Kristiani yang meyakini bahwa Yudas adalah seorang pengkhianat, ternyata banyak ayat yang secara implisit "tersamar" menyatakan bahwa Yudas Iskariot bukanlah seorang pengkhianat, namun seorang yang disebut Yesus sebagai seorang yang terbesar dan termulia di antara keduabelas murid-muridnya. 

Secara implisit pula kita dapatkan dari Bible bahwa kemudian Yudas diserupakan dengan Yesus ketika orang-orang yang akan menangkap Yesus terjatuh ke tanah, sehingga tidak menyaksikan proses penyerupaan Yudas ke Yesus. Sehingga mereka menyangka bahwa orang yang mereka tangkap adalah Yesus Kristus, padahal sesungguhnya adalah Yudas Iskariot yang telah diserupakan dengan Yesus. Pada tulisan  tersebut telah terbukti bahwa orang yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, dan pada kajian ini, kita akan membuktikan juga bahwa orang yang ditangkap itu memang Yudas Iskariot, namun dari sisi yang lain. 

Jika sebelumnya kita membuktikan dari sisi fragmen saat-saat menjelang pengepungan dan menjelang penangkapan, maka kali ini kita akan membuktikan dari sisi setelah proses penangkapan dan pengadilan atas orang yang ditangkap.

Ternyata murid Yesus yang lain yang bernama Petrus mengetahui bahwa orang yang telah ditangkap dan sedang di adili oleh orang-orang Yahudi bukanlah Yesus, melainkan temannya yaitu Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus sehingga Petrus menyangkal kalau dikatakan orang yang telah ditangkap dan sedang diadili adalah Yesus Kristus gurunya. Petrus adalah salah seorang dari duabelas orang murid Yesus yang selalu setia menemani dan taat mengikuti ajaran Yesus. Petrus adalah orang yang paling berani dalam membela Yesus.

Ketika orang-orang Yahudi bersama sejumlah pasukan mengepung Yesus dan murid-muridnya, Petrus dengan heroiknya tampil ke depan tanpa rasa takut sedikitpun menghadapi mereka yang berjumlah jauh lebih banyak. Konon Petrus dengan pedangnya berhasil memotong telinga salah seorang dari pasukan yang bernama Malchus, namun Yesus yang telah mengetahui kekuatan musuh jauh lebih besar dan mengetahui perlawanan tidak akan menghasilkan kemenangan sedikitpun, seketika itu juga Yesus menghentikan perlawanan Petrus. 

Yang perlu dicatat dalam kisah di atas adalah keberanian Petrus menghadapi sedemikian banyak orang yang akan menangkap Yesus. Sikap semacam itu adalah sikap orang yang teguh iman, tidak takut mati, rela berkorban jiwa, atau tegasnya, adalah sikap seorang kesatria.

Sikap semacam itu adalah hal yang biasanya dimiliki oleh seorang yang teguh memegang prinsip dan ideologi, seperti halnya dalam Islam, para sahabat utama Nabi Muhammad saw juga rela mengorbankan harta dan jiwa mereka demi membela Islam dan Nabi Muhammad saw. Demikian pula dengan kaum Hawariyyin seperti Petrus. Aadalah wajar bila dia bersikap demikian untuk membela Yesus gurunya, apalagi duabelas murid Yesus adalah orang-orang pilihan Yesus sendiri yang diangkat dari duabelas suku Israel. 

Bible mengisahkan, konon Petrus menyangkal pernah bersama-sama dengan Yesus, menyangkal mengenal Yesus dan menyangkal sebagai murid Yesus. Menurut Bible, secara implisit penyangkalan tersebut dilakukan Petrus hanyalah untuk menghindari agar dirinya tidak ikut ditangkap bersama-sama Yesus atau dengan kata lain Petrus takut untuk ditangkap. 

Kisah tersebut tentu saja melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang mengusik akal sehat, apakah mungkin Petrus yang heroik dan tidak takut mati, hanya dalam hitungan  jam saja tiba-tiba menjadi seorang pengecut yang takut ditangkap dan takut mati? Apakah Yesus salah memilih orang untuk dijadikan muridnya, ataukah Yesus telah gagal membentuk keimanan bagi murid-muirdnya? Untuk dapat menjawab semua itu, perlu diselidiki dan dikaji apa makna dan motif sesungguhnya dari penyangkalan Petrus tersebut.

LINTASAN KISAH
Sebelum kita mengkaji latar belakang dan motif penyangkalan Petrus, marilah kita lihat lintasan kisah yang melatar-belakanginya. Ketika orang-orang Yahudi dan pasukan prajurit Romawi berhasil mengepung Yesus dan murid-muridnya, tampilah Petrus melawan mereka untuk membela dan menyelamatkan Yesus. Dalam sekejap salah seorang dari mereka terpotong telinganya oleh pedang Petrus, namun melihat kekuatan musuh yang jauh lebih besar dan melihat perlawanan Petrus tidak akan berarti apa-apa, maka Yesus menghentikan perlawanan Petrus tersebut. Lalu Yesus tampil ke depan berkata kepada orang-orang yang ingin menagkapnya: “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yesus. “Yesus dari Nazaret” Jawab pasukan itu. lalu Yesus menegaskan, “Akulah Dia!” 

Saat itu juga mereka mundur hingga terjatuh ke tanah. Tentu bukan tanpa sebab hingga mereka mundur dan terjatuh ke tanah, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya, penyebab itulah yang oleh para penulis Injil tidak dijelaskan dalam Injilnya. Dalam tulisan sebelumnya telah kita bahas bahwa saat itulah terjadinya proses perubahan wajah Yudas yang menyerupai wajah Yesus. Karena mereka terjatuh ke tanah, maka mereka tidak menyaksikan proses perubahan tersebut. Inilah rencana Allah SWT untuk menyelamatkan Yesus. Dan setelah itu, Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus berkata kepada mereka yang akan menangkap Yesus: “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yudas yang sudah berubah wujud menyerupai Yesus. “Yesus dari Nazaret.” Jawab pasukan itu lagi. “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi” Tegas Yudas yang berwajah Yesus. Maka orang-orang Yahudi itupun menangkap Yudas yang mereka kira adalah Yesus dan membawanya kepada imam-imam Yahudi untuk diadili.

Sementara itu Petrus mengikuti dari kejauhan untuk mengetahui nasib apa yang akan menimpa sahabatnya itu.  Sepertinya Petrus mengetahui bahwa bukan Yesus yang ditangkap tetapi seseorang yang diserupakan dengan Yesus. Namun, umat Kristen meyakini bahwa orang yang ditangkap adalah Yesus bukan Yudas, karena ayat-ayat dalam Bible secara tekstual memang menyatakan demikian. Tetapi keyakinan tsb sangat lemah, karena banyak mengabaikan kejanggalan-kejanggalan kontekstualnya, yang pada kesempatan yang lalu telah membuktikan bahwa Yesus dan murid-muridnya sama sekali tidak membicarakan tentang seorang pengkhianat, tetapi seorang yang terbesar di antara keduabelas murid-muridnya. Dan umat Kristen tentu sepakat bahwa orang yang di-maksud Yesus adalah Yudas Iskariot, dan itu berarti Yudas bukanlah seorang pengkhianat!

Kembali lagi pada kisah Petrus, Petrus terus mengikuti Yudas yang ditangkap untuk diserahkan kepada imam-imam Yahudi. sesampainya mereka di bait Allah tempat Yudas akan disidang, Petrus berhenti dan menunggu di luar untuk mengetahui nasib Yudas selanjutnya. Ketika Petrus sedang menunggu jalannya sidang itulah datang orang-orang Yahudi kepada Petrus, dan sepertinya mereka mengenali Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus dan sebagai murid Yesus. 

Di sinilah terjadi dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus di mana dalam dialog tersebut orang-orang Yahudi mendakwa Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, dan mendakwa Petrus sebagai murid orang yang sedang diadili. Namun Petrus menyangkal semua dakwaan tersebut, Petrus tidak mengakui selalu bersama-sama, mengenal dan sebagai murid orang yang sedang disidang. 

Penyangkalan-penyangkalan Perus itulah yang diyakini oleh Umat Kristiani sebagai penyangkalan terhadapa Yesus. Sekarang mari kita lihat dialog selengkapnya.


FRAGMEN PENYANGKALAN
Berikut kutipan dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus:

  • Injil Matius 26:69-74,
  • Injil Markus 14:67-71
  • Injil Lukas 22:56-60 ,
  • Injil Yohanes 18-25-28
  • Yahudi 1 : Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.
  • Petrus : Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.
  • Yahudi 2 : Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.
  • Petrus : Aku tidak kenal orang itu.
  • Yahudi 3 : Pasti engkau juga salah seorang dari. ….mereka, itu nyata dari bahasamu.
  • Petrus : Aku tidak kenal orang itu.

Kata "itu" yang digarisbawahi dalam fragmen di atas adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada "seseorang" yang sedang diadili. Ketika orang-orang Yahudi berkata kepada Petrus "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu", orang-orang Yahudi tersebut mendakwa Petrus adalah orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, yang mereka pikir adalah Yesus.

Terhadap dakwaan tersebut, Petrus menyangkal dengan mengatakan "Aku tidak tahu apa yang engkau maksud." Jawaban Petrus tersebut menunjukkan bahwa dia tidak dapat memahami bila dikatakan orang yang sedang diadili adalah Yesus dan tidak dapat mengerti bila dikatakan dia selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili. Jawaban Petrus tersebut mempunyai dua kemungkinan:

Pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus. 

Kedua, Petrus menyangkal jika maksud peranyaannya adalah bahwa orang yang sedang diadili adalah Yesus, sehingga dia juga menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan orang tersebut. Dalam dakwaan berikutnya yaitu yang kedua dan ketiga, Petrus didakwa "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu", Petrus secara konsisten berturut-turut menyangkal "Aku tidak kenal orang itu.", 

Jawaban Petrus tersebut juga mempunyai dua kemungkinan.

Pertama, Petrus menyangkal kenal dengan Yesus, hal itu berarti orang yang sedang disidang adalah Yesus,

Kedua, Petrus menyangkal kenal pada orang yang disidang, hal itu berarti bukan Yesus orang yang sedang disidang.

Dalam Yohanes 18:25 dakwaannya berbunyi, "Bukankah engkau juga seorang muridnya?" Dalam dakwaan tersebut, kata "nya" yang bergaris bawah adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada orang yang sedang diadili. Terhadap dakwaan tersebut Petrus menyangkal "Aku bukan muridnya", yang mempunyai dua kemungkinan juga.

Pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan sebagai murid Yesus, hal itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus,

Kedua, Petrus hanya menyangkal bila dikatakan murid dari orang yang sedang diadili. Berarti orang yang sedang diadili 
bukan Yesus.

YESUS ATAU YUDAS?
Sekarang mari kita uji dua kemungkinan di atas.
Siapa sebenarnya yang sedang disangkal oleh Petrus? Yesuskah, ataukah orang lain yang diserupakan dengan Yesus?

Bila kita mengasumsikan orang yang sedang disidang adalah Yesus, maka artinya orang yang disangkal oleh Petrus adalah Yesus.

Asumsi tersebut melahirkan pertanyaan sangat mendasar, mungkinkah Petrus menolak mengakui bahwa ia mengenal dan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan menolak mengakui pula sebagai murid Yesus? Jika mungkin, lalu apa motif Petrus melakukan itu semua? Asumsi di atas, walau bagaimanapun praktis membuat kita menganggap Petrus sebagai seorang pengecut, pembohong, munafik, dan manusia tidak teguh iman!

Disebut pengecut dan pembohong, karena sejatinya Petrus adalah murid Yesus dan orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus. Disebut munafik dan tidak teguh iman karena beberapa jam sebelumnya Petrus telah menunjukkan sikap sebagai seorang kstaria yang sangat heroik dalam membela Yesus.

Ditinjau dari catatan-catatan yang melatarbelakanginya, maka tidak ada satu motifpun yang mendorong Petrus untuk menjadi seorang pengecut. Apakah Petrus takut ditangkap hingga harus menyangkal segala dakwaan orang-orang Yahudi? Tentu saja tidak!

Jika orang-orang Yahudi ingin menangkap murid-murid Yesus juga, tentu mereka sudah menangkapnya ketika mereka mengepung Yesus dan murid-muridnya di taman Getsemani. Tapi pada kenyataannya tidak. Mereka membiarkan murid-murid Yesus pergi. 


Menyebut Petrus sebagai pengecut, secara tidak langsung telah memberikan label kepada Yesus sebagai orang yang tidak teliti dan gagal. Ya, gagal membentuk keimanan Petrus sehingga menjadi seorang pengecut, pembohong, munafik dan tidak teguh iman! Tidak teliti karena telah salah memilih orang yang akan diberi pelimpahan kepemimpinan selanjutnya.

Yohanes 21:17 mencatat: 

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”  

Tentu saja tuduhan sebagai pengecut dan munafik itu menjadi tidak mungkin, karena sejarah telah membuktikan bahwa Petruslah yang kemudian memegang kepemimpinan. Karenanya, mustahil Petrus menjadi seorang pengecut, menyangkal gurunya yang sangat dikasihinya itu.

Jika bukan Yesus yang diadili, lalu siapa yang disangkal Petrus?
Umat Kristen yang rajin membaca Bible t
entu akan menjawab bahwa orang yang diadili adalah orang yang ditangkap di taman Getsemani, lalu diadili untuk kemudian disalib!

Memberikan nama Yudas sebagai orang yang diadili ternyata selaras dengan keseluruhan konteks ayat-ayat Bibel yang mencatat peristiwa ini. Selaras bahwa Yesus secara kontekstual menyebut Yudas sebagai orang yang terbesar, bukan sebagai pengecut.  Yudas telah membuat Yesus sangat terharu.

Kenapa Yesus terharu?
Karena Yudas berkorban nyawa menggantikan Yesus untuk ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Kisah tsb selaras pula dengan sifat Petrus yang pemberani, heroik dan pantas menjadi seorang pengganti kepemimpinan Yesus.

Dengan demikian maka yang disalib bukan Yesus, melainkan Yudas! 

Wallahu’alam


[Sumber: Indra Wibowo



Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga?

Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?

Simak penjelasan "ketidakjelasan" mitos kenaikan Yesus ke sorga di bawah ini. 

Doktrin Tampar Menampar Sebagai Essensi Ajaran Kasih

AJARAN KASIH YANG PERLU DIKASIHANI

Sementara melalui ajaran islam, ALLAH, Tuhan semesta alam berfirman kepada setiap manusia agar tegas dan realistis dalam menyikapi siapa saja yang memusuhi, apalagi sampai melakukan tindak agresi terhadap dirinya seperti di antaranya tertulis;

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. 2:190) 

Maka entah roh dari Kudus atau mungkin juga dari Kediri, atau mungkin dari Solo yang mengilhaminya, Matius nekad menulis ajaran yang bertentangan dengan ajaran ALLAH di atas,  yang konon katanya adalah ajaran  Yesus, sebagai berikut: 
  
[Matius 5:39] Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 

Lalu, dari hasil nguping kanan-kiri, Lukas "si tukang copas kabar burung" pun mengutil tulisan Matius tsb. Dengan menambah sedikit "bumbu penyedap rasa" supaya terdengar lebih cetar membahana di telinga jemaat ketika para pendeta mereka mebacakannya di atas mimbar, iapun kemudian latah ikut-ikutan menulis dalam kitabnya begini: 

[Lukas 6: 29] Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu." 

Inilah yang selama berabad-abad digadang-gadang oleh hampir semua pengikut Paulus sebagai landasan utama AJARAN KASIH kristen yang dalam konteks serupa, mereka klaim sebagai ajaran yang jauh lebih mulia, dan dalam angan-angan mereka, tentu saja lebih  unggul dibandikangkan dengan ajaran REALISTIS Islam yang mendorong SIKAP TEGAS kepada manusia manapun yang melakukan tindak kekerasan terhadap sesamanya!

Dan hebatnya, AJARAN KASIH yang sesungguhnya sangat perlu DIKASIHANI ini "diamini dan diimani" oleh semua pengikut paulus dengan cara menukar seluruh kemampuan intelktual mereka dengan kemampuan berfikir otak dan nalar domba yang sudah tentu tidak akan pernah "gathuk" tiap kali disejajarkan dengan kemampuan bernalar manusia yang sehat jasmani dan rohaninya!   

Kenapa "Ajaran Kasih" ini saya sebut sebagai ajaran yang patut dikasihani? 
Sebab tulisan matius yang dicopas pula oleh Lukas di atas sama sekali TIDAK SESUAI dengan sikap Yesus, dan celakanya, TIDAK SEDIKITPUN MENCERMINKAN sikap Paulus!

Tidak percaya?
Mari kita "intip" dan kita "sibak" lagi rahasia doktrin kristen yang dari waktu ke waktu terus saja dijejalkan ke kepala para domba pengikut Paulus!

Yohanes mencatat suatu peristiwa di mana Yesus, anak manusia yang dipaksa menjadi tuhan oleh Paulus,  ditempeleng oleh seorang penjaga sbb:

[Yohanes 18: 22] “Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ MENAMPAR muka-Nya sambil berkata: Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?” 

Tahukah anda bagaimana sikap Yesus menerima perlakuan tsb? 
Apakah Yesus kemudian memberikan pipinya yang sebelah lagi untuk ditampar pula?

Perhatikan reaksi REALISTIS Yesus ini,

[Yohanes 18: 23] Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” 

TERNYATA Yesus PROTES KERAS! 
Ia tidak terima pipinya seenaknya saja digampar orang!  

Artinya, jika tulisan Matius yang dicopas oleh Lukas di atas memang benar ajaran Yesus, tentu saja ia akan bereaksi goblog begini:

[Yohanes 18: 23] “Jikalau kata-Ku itu salah, maka tamparlah lagi pipi-Ku yang satunya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, maka tampar lagilah pipiKu ini.” 

Jadi, AJARAN KASIH lewat cerita "tempeleng-menempeleng" ini sudah jelas NGAWUR dan BUKAN ajaran Yesus!  

Bagaimana pula versi Paulus?
Perhatikan seperti apa Lukas "si tukang copas kabar burung" menggambarkan sikap Paulus ketika mulutnya juga digampar orang!

[Kisah Para Rasul 23: 2-3] “Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus untk menampar mulut Paulus. Membalas itu Paulus berkata: ALLAH AKAN MENAMPAR ENGKAU, hai tembok yang dikapur putih-putih!”

TERBUKTI Paulus tidak menyodorkan wajahnya seraya bersikap manis dan berkata; "Dengarlah hai kalian yang baru saja menampar mulutku, Allah akan bersukacita jika kalian tampar pula wajahku ini!" 

Yang justru terjadi adalah Paulus MARAH BESAR ketika mulutnya digampar orang, bahkan sampai MEYUMPAHI Imam besar yang memberi perintah agar ada orang yang menabok mulutnya yang memang penuh dengan dusta itu!

Untuk diketahui saja, kenapa Imam besar Ananias menyuruh orang untuk menggampar mulut Paulus adalah karena sang imam MARAH BESAR ketika rasul palsu ini menggunakan namanya  sebagai saksi untuk mendukung cerita dustanya bertemu Yesus dalam Kisah Para Rasul 9 yang dikarangnya bersama Lukas! 

Nah, sampai di sini, masih percayakah kalian pada doktrin NGAWUR yang secara sangat bodoh digambarkan oleh Matius dan dicopas oleh Lukas seperti di atas?

Selamat merenungi iman sendiri!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk

[Sumber: Catatan GM]

Tempat Lahir Yesus Bukan Di Bethlehem Yerusalem!


[LUKAS 1:26] Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

Tapi perlu anda tahu bahwa kota Nazareth sebenarnya baru ada setelah abad 2 M. Itulah mengapa di Perjanjian Lama tidak pernah disebut-sebut kata Nazareth. 

Menurut beberapa sumber, pada masa Yesus ada dua kota bernama Bethlehem, satu di Yudea dan yang lainnya di dekat kota yang sekarang disebut Nazareth.

Pada peta dari wikipedia ini, sekilas menunjukkan Arah ke timur, dari Bethlehem Galilea ke daerah yang sekarang disebut Nazareth. 

Berhubung tidak ada peta yang benar-benar akurat, bisa saja arah dari Bethlehem Galilea ke Nazareth sebenarnya ke timur (bukan agak ke tenggara), hal ini sesuai apa yang dikatakan Al-Quran.


Al-Qur’an Surat 19 Maryam:

16. Dan Ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, Yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur

17. Maka ia Mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

19. Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

21. Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Dalam Lukas 2 disebutkan bahwa Kaisar Agustus ingin mendaftar seluruh penduduk dunia, dan rakyat harus mendaftar di kotanya masing-masing, sehingga Yusuf harus pergi ke Yudea untuk mendaftarkan diri. Dan di sana, Yudea, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan.

Dapatkah anda bayangkan perjalanan demikian panjang dengan mengendarai seekor keledai dari Nazareth ke Yudea (Yesusalem) yang berjarak sekitar 129 km (lihat rute perjalanan Maria dan Yusuf), apalagi untuk seorang perempuan yang sedang hamil tua? Di sini kita bisa memperkirakan kemungkinan besar Maria tidak ikut bersama Yusuf. Bukti ini bisa didapati dari Al-Quran Sebagai Berikut:

“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat munkar.” “Hai saudara perempuan Harun (Aaron), ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (QS.Maryam: 27-28)

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan. (QS.Maryam:29). 

Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali (saat hari kebangkitan setelah kiamat). (QS.Maryam:30-33).

Jelas sekali bahwa di situ Yusuf tidak ikut dalam pembelaan Maria, hanya Maria dan Bayinya (Yesus) saja yang membela diri mereka sendiri. (Lihat videonya di sini).

Menurut Data Arkeolog, Bethlehem di Yudea tidak berfungsi sebagai Kota antara abad 7 sampai 4 SM, dimana disana trdapat bahan zaman besi kuno 1200-550 SM, dan banyak material dari abad ke 6 tapi tidak dari abad 1 SM atau abad 1 M.

Chilton Bruce, penulis "Rabbi Jesus" berkomentar:

"Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti 'rumah roti', sebuah nama umum untuk permukiman dengan pebgola bahan yang mampu menghasilkan tepung yang bagus, dibandingkan dengan tepung yang digunakan oleh kebanyakan orang Israel untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Pada tahun 1975, di antara rak-rak pengap yang lembab di Perpustakaan Universitas di Cambridge, untuk pertama kalinya saya mempelajari catatan tentang Betlehem Galilea -- sebuah desa dekat Nazareth -- dari tela'ah yang tidak jelas tentang Talmud yang diterbitkan pada abad kesembilan belas. Saya terheran-heran oleh langkanya pembicaraan tentang tempat ini dalam studi Perjanjian Baru sebagai kemungkinan situs kelahiran Yesus, khususnya sejak Bethlehem utara disebutkan dalam Alkitab Ibrani (Yosua 19:15).

Namun dewasa ini, hasil penggalian arkeologi menunjukkan bahwa Betlehem di Galilea adalah situs abad pertama yang hanya berjarak 12 km dari Nazareth, jadi informasi sebelumnya dapat saya kesampingkan. Ada alasan kuat untuk mempercayai bahwa Betlehem yang dimaksud oleh Matius adalah yang terletak di Galilea."

Aviram Oshri, seorang arkeolog senior Israel Antiquities Authority menulis dalam salahsatu Majalah Arkeologi:

"'Menorah,' database besar milik Israel Antiquities Authority (IAA), menggambarkan Betlehem sebagai 'situs kuno' yang mengandung material dari zaman besi dan sisa-sisa Gereja Nativity dan bangunan-bangunan Bizantium abad ke-empat. Tapi sama sekali tidak ada informasi tentang benda-benda antik dari periode Herodes - yaitu, masa kelaian Yesus."

"Jika sejarah Yesus yang benar-benar lahir di Betlehem," tambah Oshri, "itu kemungkinan besar Betlehem Galilea, bukan di Yudea, beberapa mil dari rumah Yusuf dan Maria, sebagai ganti dari hunian yang berjarak hampir seratus mil dari rumah."

Aviram Oshiri menambahkan:

"Saya belum pernah ditanya tentang asumsi bahwa Yesus lahir di Betlehem,Yudea. Namun pada awal 1990-an, sebagai seorang arkeolog yang bekerja untuk IAA, saya dikontrak untuk melakukan beberapa penggalian penyelamatan di sekitar bangunan dan proyek infrastruktur di sebuah komunitas pedesaan kecil di Galilea. Ketika saya mulai bekerja, beberapa orang yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan kepada saya bahwa Yesus benar-benar dilahirkan di sana, bukan di selatan. Penasaran, saya meneliti bukti arkeologis tentang Betlehem di Yudea pada masa Yesus dan tidak menemukan apa pun. Ini sangat mengejutkan, karena sisa-sisa Herodian harus menjadi hal pertama yang harus ditemukan, Yang lebih mengejutkan lagi adalah apa yang sudah ditemukan oleh para arkeolog dan apa yang kemudian saya temukan selama 11 tahun penggalian di situs pedesaan kecil - Bethlehem dari Galilea. "


Ya! Yesus bukan lahir di Nazareth, tapi di desa kecil bernama Bethelhem Galilea dekat Jericho!




[Sumber: Catatan Pak Wedul Sherenian | Anno Agustus 2012] 



Euangelion Bukan Injil Nabi Isa Al Masih

Published on Facebook - March 4, 2015 at 12:11 PM

εὐαγγέλιον (dibaca eVanggelion) bukanlah injil yang diwahyukan kepada nabi Isa. Umat kristen sengaja memprogandakan bahwa εὐαγγέλιον yang isinya adalah novel biografi Yesus dicocok-cocokin dengan wahyu Firman Tuhan yang diturunkan kepada nabi Isa Al Masih.

Modus yang dilakukan mulai dari penyesatan pembacaan εὐαγγέλιον (yang seharusnya eVanggelion) menjadi dibaca euanggelion supaya mirip bacaannya dengan Injil yang ditulis di Al-Qur’an hingga propaganda bahwa semua literatur pada jaman Yesus adalah menggunakan bahasa Yunani walaupun bertentangan dengan keterangan di “kitab suci”mereka sendiri dalam kitab Yohanes.

[Yohanes 19:20] "Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani" 

Tak cukup dengan itu saja, Yesusp juga dipropagandakan berbahasa Yunani dengan alasan bahwa bahasa Yunani adalah bahasa lingua franca di Israel, padahal keterangan di “kitab suci” mereka menerangkan bahwa Yesus senantiasa menggunakan bahasa Ibrani

[Kisah 26:14] Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang

ADANYA 'SISA-SISA' UCAPAN YESUS DALAM BAHASA ASLINYA

[Matius 27:46] Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

[Markus 15:34] Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

[Markus 7:34] Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!

[Markus 5:41] Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita Kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”

[Yohanes 1:42] Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

Ini menunjukkan bahwa εὐαγγέλιον (euaggelion) Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah kitab hasil terjemahan dari para pengarangnya yang tak pernah mengira bahwa suatu ketika, "karangan" mereka bisa menjadi kitab suci!

KESAKSIAN DARI PARA BAPA GEREJA
  • Papias, (Eusebius, H.E. 3.39.16) 
”Matius mengumpulkan ucapan ucapan Yesus dalam bahasa ibrani ,dan tiap tiap kata dari kalimatnya ditafsirkan sebisa mungkin.”
  • Irenaeus, (Adv. Haer. 3.1.1) 
“Matius menulis “eVanggelion” untuk orang orang Yahudi ditulis dalam dialek mereka sendiri …”
  • Eusebius, (H.E. 3.24.6) 
“Matius pertama tama berdakwah kepada orang orang Yahudi, dan ketika ia memulai pekerjaan kepada bangsa lain dia menyampaikannya dalam bentuk tulisan dalam bahasa asli “eVanggelion” menurut dirinya sendiri, dan dengan demikian tulisan tulisannya tersedia kepada mereka walaupun dia tidak bisa hadir menunjukkan bahwa “eVanggelion” pertama kalinya ditulis dalam bahasa Ibrani. BUKAN bukan bahasa Yunani."


[Sumber: XucingXgaronX]

Menurut Matius dan Lukas, Kapan, Bagaimana, Dan Di mana Yesus lahir?


Sebetulnya ada macam-macam cerita aneh tentang ini yang bisa membuat kita kadang-kadang terpaksa ketawa sendiri membacanya!

Tapi untuk pengikut Paulus yang mengaku tidak ada yang aneh soal kelahiran Yesus, mari kita ajak mereka untuk mencermati yang satu ini saja dulu.

Menurut Lukas, kelahiran Yesus terjadi selama pemerintahan Gubernur Romawi Quirinius, pada saat itu sebuah sensus diperintahkan oleh kaisar Augustus ke seluruh dunia. Tapi masih menurut Lukas ditambah lagi menurut Matius, kelahiran Yesus terjadi ketika masa pemerintahan raja Herodes Agung.

Nah, dari sinilah kemudian timbul masalah sejarah yang sangat ruwet!

Kenapa?
karena Herodes mati pada tahun 4 SM, atau 10 tahun sebelum terjadinya sensus Quirinius!

Selain itu, pada masa pemerintahan Herodes sendiri tidak ada catatan tentang sensus Romawi yang terjadi di wilayahnya, yakni Yudaea dan Galilee, di mana Bethlehem dan Nazareth berada. Masa itu Herodes telah memungut pajaknya sendiri dan menyerahkan upeti kepada Romawi.

Terakhir, berlakunya sebuah sensus secara serentak di seluruh wilayah kekaisaran bertentangan dengan tradisi kerajaan Romawi yang biasanya mengumpulkan pajak dari satu provinsi ke provinsi lainnya (lihat penjelasannya di sini).

Karena Lukas 1:5 menyatakan kelahiran Yesus terjadi di "masa Herodes, Raja Yudea" yang mati pada tahun 4 SM, maka kemudian ia pun terpaksa mengarang sebuah cerita tentang perjalanan sangat jauh dari Galilee ke Bethlehem agar cerita kelahiran Yesus itu cocok dengan catatan sensus yang berlaku ketika "Quirinius sebagai Gubernur Syria."

Kenapa?
Karena para sejarawan tahu bawa satu-satunya sensus yang pernah dilakukan ketika Quirinius menjadi Gubernur di Syria hanya meliputi wilayah Yudaea. Bukan Galilee, dan itu pun terjadi pada tahun 6-7M, atau sepuluh tahun pasca kematian Herodes Agung!

Dalam kebingungannya untuk menghubungkan kisah "anak asuh" orang Galilee yang "seakan-akan" kelahiran Bethlehem itu, Lukas juga keliru dalam menuliskan fakta-faktanya.

Sesungguhnya, kebingungan Lukas sudah tampak jelas dalam beberapa hal yang tidak masuk akal, seperti tidak perlunya seorang wanita hamil melakukan perjalanan sejauh lebih dari 100 KM justru di hari-hari terakhir menjelang melahirkan hanya untuk sebuah sensus biasa saja, atau sama jelasnya dengan mendaftarkan Yusuf sebagai keturunan Daud di kampung leluhur, bukannya mendaftarkan Maria yang orang Lewi.

Tapi ah, sudahlah! Ini bisa kita bahas nanti saja.

Singkat cerita, pengarang-pengarang cerita kelahiran Yesus ini tanpa sadar telah menyatakan bahwa sesungguhnya keajaiban kelahiran Yesus terletak pada Maria, bukan pada Yesus! Sebab jika kedua referensi dari Lukas dan Matius benar-benar dijadikan acuan, maka terlihat dengan jelas bahwa secara ajaib Maria mengandung Yesus selama 10 tahun! Sedangkan keajaiban Yesus hanya terletak pada tanah lahirnya saja, yaitu lahir di dua tempat yang berbeda! Matius menyebutkan ia lahir di Bethlehem, sementara menurut Lukas di Nazareth.

Pemirsa, coba fikir saja sendiri, untuk apa sih sebenarnya pengarang injil yang disebut-sebut sebagai Lukas itu harus berdusta?

Supaya anda mengerti maksud cerita kita ini, maka mari kita perjelas, begini:

ERROR INI MEMANG BERAT
Kontradiksi urutan pertama, yaitu kapan Yesus lahir?

Mari kita analisa tanpa perlu menggunakan metoda ruwet.
[Matius 2:1] Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem.

Kesimpulan Pertama
Menurut injil Matius, Yesus dilahirkan pada saat Yudea dipimpin oleh Raja Herodes Agung yang berkuasa antara tahun 37 SM hingga tahun 4 SM. Jika dihitung tahunnya, maka kelahiran Yesus terjadi pada tahun 6 SM, mengingat pada masa itu tersiar kabar adanya perintah pembantaian bayi yang berumur 2 tahun ke bawah di Yudea.

[Matius 2:16] Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang Majusi itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang Majusi itu.

[Matius 2:20] “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.

Sedangkan Lukas mengisahkannya dalam dua versi. Adapun versi pertama, ceritanya begini:

[Lukas 2:2] Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
[Lukas 2:6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
[Lukas 2:7] dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Menurut Lukas, Yesus lahir pada masa dilaksanakannya sensus Kirenius. Sensus ini diadakan pemerintahan Romawi sesudah meninggalnya Raja Yudea, Akhelaus putra Herodes Agung yang menggantikan ayahnya dan berkuasa dari tahun 4SM hingga 6M.

[Matius 2:22] Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.

Kesimpulan kedua
Dengan demikian, maka menurut injil Lukas (versi pertama) Yesus lahir pada tahun 6 Masehi sesudah meninggalnya Raja Arkhelaus.

Masih menurut Lukas, kita sebut Lukas versi kedua, ceritanya begini:

[Lukas 3:1] Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
[Lukas 3:2] pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
[Lukas 3:3] Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
[Lukas 3:4] seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
[Lukas 3:23] Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

Dari kutipan ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa Yesus memulai pekerjaannya ketika berumur 30 tahun, bersamaan dengan tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius. Artinya, itu tejadi pada tahun 29 Masehi (lihat profil Kaisar Tiberius di sini).

Jika kita hitung dari kejadian ini, maka menurut Lukas, kelahiran Yesus jatuh pada tahun 1 SM (dari hitungan tahun 29 Masehi dikurangi umur Yesus 30 tahun, hasilnya adalah TAHUN 1 SM), di mana pada masa itu yang berkuasa di Yudea adalah Arkhelaus (lihat penjelasannya di sini).

Kesimpulan ketiga
Menurut Lukas versi kedua, Yesus lahir pada tahun 1SM saat Yudea dipimpin oleh Arkhelaus!

Kesimpulan Pamungkas
Berdasarkan informasi dari Matius dan Lukas maka kesimpulan akhirnya adalah sbb:
  1. Menurut Matius, Yesus lahir pada tahun 6 SM pada masa Herodes yang Agung
  2. Menurut Lukas (versi pertama) Yesus lahir pada tahun 6M sesudah meninggalnya Arkhelaus, bersamaan dengan terjadinya sensus Kirenius
  3. Menurut Lukas (versi kedua) Yesus lahir pada tahun 1SM pada saat Yudea dipimpin oleh Arkhelaus.
Tiga catatan dari injil Matius dan injil Lukas di atas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa riwayat kelahiran Yesus kontradiktif antara satu sama lain, dan jelas-jelas menunjukkan Error Historis!

Tapi kalau error kebangetan ini masih dibela mati-matian dengan macem-macem teori ngarang bebas berdasar asumsi sendiri supaya terkesan "tidak ada masalah" dengan catatan kelahiran Yesus versi Matius dan Lukas sebagaimana "terciduk" di atas, maka konsekuensinya umat bernasib malang ini  praktis harus terima bahwa dalam kitab mereka sesungguhnya ada 3 orang Yesus Putra Maria yang tidak jelas rimbanya sejak masing-masing berusia 12 tahun, dan 1 orang Yesus entah putra siapa lagi yang konon katanya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan di belakang hari dilantik menjadi tuhan oleh para Bapak Moyang Kristen awal!

[Dari Catatan Gus Ragil] 

Lebih jelas tentang bagaimana semrawutnya cerita kelahiran Yesus karangan Matius dan Lukas di atas, simak baik-baik dua catatan di bawah ini.